Catatan Publik atas Kinerja, Kebijakan, dan Kepemimpinan Nasional
Satu tahun telah berlalu sejak Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia. Dalam periode ini, berbagai kebijakan dan implementasi janji kampanye mulai dijalankan secara nyata. Dinamika politik, sosial, dan ekonomi yang menyertai perjalanan pemerintahan tentu patut menjadi perhatian publik — tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang diraih, tetapi juga sebagai sarana koreksi terhadap kebijakan yang belum sepenuhnya efektif.
Sebagai lembaga riset independen, Indonesia Political Opinion (IPO) kembali menyelenggarakan Survei Nasional Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghimpun pandangan masyarakat terhadap kinerja Presiden dan jajaran pemerintahannya. Survei ini menyoroti persepsi publik atas sejumlah aspek utama, antara lain kesejahteraan, keamanan, politik, serta kualitas kepemimpinan Presiden dan para anggota kabinet.
Survei dilaksanakan pada 9–17 Oktober 2025, dengan menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling (SMRS). IPO menetapkan Primary Sampling Unit (PSU) pada sejumlah kelurahan/desa di seluruh Indonesia yang dipilih secara proporsional. Dari setiap kelurahan/desa, dipilih secara acak lima Rukun Tetangga (RT), lalu dua keluarga dari masing-masing RT, dan satu responden dari setiap keluarga. Responden dipilih secara acak menggunakan random kish grid paper, dengan komposisi laki-laki dan perempuan seimbang (50:50), serta memenuhi kriteria usia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Metode ini menghasilkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh wilayah Indonesia, dengan margin of error ±2,90% dan tingkat kepercayaan 95%. Seluruh tahapan pengambilan sampel dilakukan secara obyektif untuk memastikan hasil survei mencerminkan suara publik secara representatif.
Jakarta, 21 Oktober 2025
Salam,
Dedi Kurnia Syah
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO)




